Tradisi Warisan di Desa yang Aneh
Ada satu hal yang menurut penulis 'tidak pantas' di desa, di mana mertua penulis tinggal. Desa itu memiliki tradisi, yang mana orang tua memberikan rumah yang ditinggalinya, kepada anaknya (terutama anak laki-laki), sebagai warisan yang diberikan setelah menikah. Dan malangnya, si Orang tua jika tidak memiliki rumah lain, memilih untuk hidup di bagian belakang, yang biasanya sebelumnya dapur. Artinya, sang Orang tua mengalah untuk tinggal di rumah bagian belakang. Namun hal ini hanya bagi mereka yang tidak mampu dalam segi harta. Sedangkan bagi para orang tua yang tergolong mampu, mereka membuatkan sendiri rumah lain, untuk di tinggali oleh anaknya itu. Lalu dimanakah 'tidak pantas'-nya? Menurut penulis, seharusnya, sebagai anak, meskipun tradisi yang berlaku seperti itu, hendaknya dia mengerti dan dapat membuat atau mempunyai rumah sendiri. Artinya, sepantasnya, mereka tetap membiarkan orang tuanya hidup dirumah mereka sendiri. Dan yang mungkin itu adalah hasil kerja k...