Setan Sialan Ini
Entah kenapa aku masih ingin mengingatnya.
Mungkin karena perasaan dendam ini, ingin mengetahui tentang kabar buruknya saja.
Seringkali masih saja aku mengintip, apakah dia masih secantik yang dulu.
Begitu pintar setan, karena memberikan bisikan tentang perasaan ini.
Padahal nyatanya aku lebih mencintai istriku yang telah mengandung buah hasil cinta kami, saat ini.
Padahal juga aku telah tahu bahwa, itu hanya godaan yang membuang-buang waktu saja.
Itulah wanita.
Ya Tuhan buanglah rasa ini, cukup berikan kepada anak dan istriku saja.
Apapun dia sekarang, secantik apa dia sekaranag, aku tidak peduli, sebab kehidupanku belum tentu lebih baik jika aku menikah dengannya.
Istriku adalah wanita yang memang terbaik yang diciptakan Tuhan untukku.
Komentar
Posting Komentar