Tradisi Warisan di Desa yang Aneh

Ada satu hal yang menurut penulis 'tidak pantas' di desa, di mana mertua penulis tinggal.

Desa itu memiliki tradisi, yang mana orang tua memberikan rumah yang ditinggalinya, kepada anaknya (terutama anak laki-laki), sebagai warisan yang diberikan setelah menikah.

Dan malangnya, si Orang tua jika tidak memiliki rumah lain, memilih untuk hidup di bagian belakang, yang biasanya sebelumnya dapur.

Artinya, sang Orang tua mengalah untuk tinggal di rumah bagian belakang.

Namun hal ini hanya bagi mereka yang tidak mampu dalam segi harta.

Sedangkan bagi para orang tua yang tergolong mampu, mereka membuatkan sendiri rumah lain, untuk di tinggali oleh anaknya itu.

Lalu dimanakah 'tidak pantas'-nya?

Menurut penulis, seharusnya, sebagai anak, meskipun tradisi yang berlaku seperti itu, hendaknya dia mengerti dan dapat membuat atau mempunyai rumah sendiri.

Artinya, sepantasnya, mereka tetap membiarkan orang tuanya hidup dirumah mereka sendiri. Dan yang mungkin itu adalah hasil kerja keras mereka selama bertahun-tahun.

Kalaupun ingin hidup sekeluarga sendiri, harusnya si Anak yang mengalah keluar rumah.

Entah ngontrak, ngekos, atau jika mampu, beli rumah sendiri baik kredit ataupun secara kontan.

Sayangnya, yang penulis amati di desa itu, kebanyakan si Anak tidak merasa malu. Bahkan ada yang berwajah sombong, seolah-olah menganggap, sepertinya hal itu kewajiban orang tua mereka, menyiapkan rumah untuk keluarga mereka tinggali.

Penulis tidak habis pikir, bagaimana bisa-bisanya si Anak merasa tidak bersalah, menganggap itu sebagai hak warisan, dan membiarkan orang tuanya hidup 'sendirian'.

Padahal jika dipikir ulang, si Anak masih mempunyai tenaga dan waktu yang banyak, dibanding tenaga dan waktu orang tua mereka.

Si Anak masih bisa bekerja lebih luang dan mungkin dengan gaji yang lebih tinggi.

Mestinya, si Anak mampu membuat rumah sendiri. Tidak merepotkan orang tuanya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Belajar dari Taiwan

Setan Sialan Ini

Kredibitas Orang yang Suka Bilang Mempermudah Orang Lain