Permasalahan Tanah Dunia yang Menyebalkan
Hari ini, untuk kesekian kalinya, Ibu mertua mengajak membicarakan masalah tanah. Penulis yang tidak begitu paham bahasa Osing, membuat benci keadaan ini. Bukan benci ke Ibu mertua, tetapi untuk keperluan sehari-hari saja penulis sudah sering salah paham karena bahasa, bagaimana dengan curhatan permasalahan seperti ini. Apalagi masalah tanah adalah masalah yang krusial, yang bisa membuat saudara sedarah saja bertengkar, apalagi dengan orang lain. Dan, penulis jadi serba salah, tidak mau mendengarkan dianggap durhaka/tidak perduli. Tetapi jika didengarkan pun percuma, penulis tidak mengerti keinginan Ibu itu seperti apa. Seribu kali mencoba menjelaskan "Tunggu saja dulu Bu", esok harinya, kepikiran lagi. Hal ini karena, awal penyebabnya adalah gambar bidang tanah Ibu yang belum di sertifikat, tertindih oleh bidang tanah sebelahnya. Hal ini terlihat juga di peta Di mana pertanyaannya, kesalahan apakah memang pemilik tanah sebelah memakan tanah Ibu, petugas pengukur tanah yang s...