Sedikit Belajar dari Taiwan
Data Taiwan Centers of Disease Control, pada 29 Maret 2019 tercatat dari 298 penduduk Taiwan yang terinfeksi COVID-19, hanya dua penderita meninggal. Mereka melakukan isolasi diri, bahkan sebelum virus dinyatakan pandemik oleh WHO. Mereka juga berani mengirimkan delegasi untuk meminta sampel ke Wuhan, untuk diteliti sendiri dan ditemukan obatnya. Artinya, Taiwan sudah bersiap dulu secara teknologi dan berani mengisolasi diri, karena memang pariwisata bukan penyumbang utama devisa negara. Selain itu pengakuan bahwa mereka telah merdeka, menjadikan pola pikir mereka untuk mandiri dan produktif dalam segala bidang. Perlu diketahui, Taiwan juga sudah lama mengembangkan software yang dapat digunakan untuk mendesain dan mengembangkan obat dari suatu penyakit, dengan metode Artificial Intelligence. Sehingga tidak hanya eksperimen, usaha menemukan obat juga dilakukan secara simulasi. Dan mungkin dari pengalaman mereka terhadap SARS, memunculkan tindakan-tindakan preventif yang kini telah meleb...